Dinas Permukiman dan Perumahan

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Silaturahim bersama Gubernur Jawa Barat di Dinas Permukiman dan Perumahan

Kebahagian terpancar di karyawan Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat setelah menyambut Iedul Fitri 1436H yang jatuh pada tanggal 17 Juli 2015 lalu, pada hari ini, Rabu tanggal 22 Juli 2015 segenap Karyawan dan Karyawati bersukacita karena bisa bersilaturahim dengan rekan-rekan kerja pada Dinas yang dicintai ini. Ada yang spesial pada acara Silaturahim kali ini.. ternyata Bapak Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heryawan berkenan hadir dalam acara silaturahim pada Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat, bagaikan suatu kejutan yang luar biasa yang ada pada tahun ini, karyawan dan karyawati pada Dinas ini dalam suasana saling memaafkan dapat bersilaturahim dengan Bapak Gubernur Jawa Barat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bapak Gubernur Jawa Barat memberi motofasi kepada seluruh jajaran karyawan dan karyawati tentang makna daripada silaturahim, serta keterkaitan kinerja di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat khususnya Dinas Permukiman dan Perumahan. Beliau menyampaikan bahwa semangat dari bulan puasa harus berbekas kepada keberlanjutan kehidupan terutama kinerja kita selaku aparatur pemerintah. Dengan peran Dinas Permukiman dan Perumahan sebagai Dinas yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat dapat menjadi contoh dalam pola pembelajaran hidup lingkungan sehat, dengan program-program yang mendukung terhadap keberadaan lingkungan yang sehat yang layak huni dan berkelanjutan.

Last Updated on Wednesday, 22 July 2015 13:14

Waduk Jatigede Akan Diairi Awal Agustus 2015

Permasalahan dampak sosial telah selesai di Waduk Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, rencananya akan dilakukan pengisian air pada awal  Agustus 2015 mendatang. “Pengisian air waduk  memerlukan waktu selama 7 bulan atau 219 hari “ kata Dirjen Sumber Daya Air PUPR Mudjiadi, akhir pekan lalu di Sumedang, Jawa Barat.

Dikatakan, Waduk Jatigede merupakan waduk terbesar kedua setelah Waduk Jatiluhur di Purwakarta yang memiliki daya tampung air sebesar 980 jta M3. Menurutnya,  manfaat utama waduk Jatigede bisa mengairi persawahan hingga 90.000 hektar, sumber air baku dengan kecepatan 3,5 kubik per detik. Air baku ini bisa digunakan untuk kepentingan wilayah di Sumedang, Majalengka, hingga ke Cirebon.

Waduk Jatigede juga bermanfaat sebagai sumber tenaga bagi PLTA dengan kapasitas hingga 110 megawatt (MW), untuk objek pariwisata dan pengendalian banjir sebesar 14 ribu hektar dikawasan daerah tersebut. "Termasuk Bandara Kertajati nantinya  pasokan air baku dari sini," Ujar Mudjiadi
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung, Trisasongko Widiyanto mengatakan , Waduk ini mulai digagas di 1963, dan dimulai pembebasan lahannya pada 1982.

Desain pembangunan waduk ini dilakukan di 1988, dan disambung 20 tahun kemudian yaitu proses konstruksi di 2007. Proses pembangunan waduk ini terkendala masalah sosial, khususnya soal relokasi warga yang kena dampak pembangunan waduk.

Saat pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lalu sudah dirumuskan kompensasi kepada warga yang terdampak proyek waduk terbesar ke-2 di Indonesia tersebut. Kompensasi yang akan diberikan kepada 11.469 Kepala Keluarga (KK) di lokasi proyek Waduk Jatigede adalah sekitar Rp 700 miliar.(jons - www.pu.go.id)

Last Updated on Tuesday, 30 June 2015 14:23

Kerjasama Pemerintah, Pengembang dan Masyarakat Adalah Kunci Sukses Pembangunan Perumahan

Jakarta (6- Mei 2015)

Salah satu kunci suksesnya pembangunan perumahan di Indonesia adalah kerjasama yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengembang serta masyarakat itu sendiri. Pemda yang mengetahui secara pasti jumlah kebutuhan rumah masyarakatnya bisa berpartisipasi untuk menyediakan lahan perumahan masyarakatnya.

Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal (Dirjen) Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanuddin, saat ditemui setelah dirinya bersama pejabat lainnya dilantik oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (5/5). Pelantikan pimpinan Tinggi Madya yakni Eselon I.a dan I.b tersebut dilakukan dengan cara seleksi terbuka dan sesuai dengan  Surat Keputusan Presiden RI Nomor : 42/M Tahun 2015.

“Pemerintah tentunya tidak bisa menyelesaikan masalah perumahan sendiri dan hanya mengandalkan dana APBN dan APBD saja. Pengembang juga harus punya peran untuk ikut membantu membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan harga yang terjangkau dan masyarakat secara swadaya juga bisa membangun rumah yang layak huni,” harapnya.

Last Updated on Tuesday, 30 June 2015 14:20 Read more...

SITU II JATINANGOR DIRESMIKAN MENTERI PUPERA

BANDUNG, RJB – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meresmikan pembangunan/peningkatan situ II jatinangor Kab. Sumedang, Selasa (17/2). Peresmian  dihadiri oleh Rektor Institut Teknologi Bandung, Staf Ahli Kementerian PU, Staf bidang ekonomi yang mewakili Bupati Sumedang, para dekan ITB, puslitbang permukiman, puslibang air, puslitbang jalan.

Dalam sambutan ucapan selamat datang rektor ITB Kadarsah Suryadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atas bantuan pembangunan situ I dan situ II yang menjadikan ITB sebagai sarana pendidikan yang mempunyai bentuk nyata keairan untuk kepentingan penelitian, praktek dan pengembangan keahlian calaon sarjana teknik di Kampus ITB. “Saya berharap kerjasama dengan kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dapat berlanjut untuk kedepannya” tambah kadarsah.   

Last Updated on Tuesday, 07 April 2015 11:43 Read more...

69 Tahun Berkarya untuk Masyarakat

69 Tahun Berkarya untuk Masyarakat

Saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) fokus pada lima bidang utama, yaitu Sumber Daya Air, Bina Marga, Cipta Karya, Perumahan Rakyat, dan Jasa Konstruksi. Bidang Cipta Karya bertanggung jawab dalam pembangunan, yaitu peningkatan kualitas lingkungan permukiman melalui peningkatan akses air minum, sanitasi, penataan bangunan dan lingkungan serta penanganan permukiman kumuh.

Seperti diketahui, dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa tugas Kementerian adalah bekerja menurut visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. Untuk itu Kabinet Kerja bekerja sesuai dengan garis-garis yang ditargetkan Presiden dan Wakil Presiden dalam program 5 tahun ke depan.

 

Dalam arah kebijakan dan strategi penyelenggaraan infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian PU-Pera akan melaksanakan apa yang telah menjadi visi dan misi Presiden seperti tercantum dalam NAWACITA. Dalam pelaksanaannya juga Kementerian PU-Pera akan terus meningkatkan koordinasi lintas Kementerian/Lembaga.

Last Updated on Wednesday, 18 February 2015 13:32 Read more...

Page 1 of 44

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
Banner
You are here