Dinas Permukiman dan Perumahan

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Kerjasama Pemerintah, Pengembang dan Masyarakat Adalah Kunci Sukses Pembangunan Perumahan

Jakarta (6- Mei 2015)

Salah satu kunci suksesnya pembangunan perumahan di Indonesia adalah kerjasama yang baik antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengembang serta masyarakat itu sendiri. Pemda yang mengetahui secara pasti jumlah kebutuhan rumah masyarakatnya bisa berpartisipasi untuk menyediakan lahan perumahan masyarakatnya.

Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal (Dirjen) Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Syarif Burhanuddin, saat ditemui setelah dirinya bersama pejabat lainnya dilantik oleh Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (5/5). Pelantikan pimpinan Tinggi Madya yakni Eselon I.a dan I.b tersebut dilakukan dengan cara seleksi terbuka dan sesuai dengan  Surat Keputusan Presiden RI Nomor : 42/M Tahun 2015.

“Pemerintah tentunya tidak bisa menyelesaikan masalah perumahan sendiri dan hanya mengandalkan dana APBN dan APBD saja. Pengembang juga harus punya peran untuk ikut membantu membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan harga yang terjangkau dan masyarakat secara swadaya juga bisa membangun rumah yang layak huni,” harapnya.

Menurut pria asal Makassar tersebut, Ditjen Penyediaan Perumahan akan berupaya agar semua hasil program pembangunan perumahan yang telah dibangun oleh pemerintah selama ini bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan hunian. Jadi ke depan dirinya berharap di lapangan tidak lagi ditemui bangunan perumahan pemerintah seperti rumah tapak maupun rumah susun dibiarkan kosong dan tidak berpenghuni.

Terkait data backlog (kekurangan kebutuhan) rumah di Indonesia, Syarif menjelaskan, hingga saat ini pihaknya masih berpegang pada data dari BPS yang menyatakan jumlah backlog sebesar 13,6 juta. Untuk menangani masalah tersebut Kementerian PUPR melalui Ditjen Penyediaan Perumahan beberapa waktu lalu telah mencanangkan Program Pembangunan Sejuta Rumah yang dilakukan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo di Ungaran, Provinsi Jawa Tengah.

“Program pembangunan rumah bagi masyarakat akan terus dilanjutkan di seluruh Indonesia. Jika per tahun terbangun sekitar satu juta rumah maka dalam kurun waktu lima tahun setidaknya angka backlog akan berkurang sekitar lima juta. Tentu masih ada kekurangan backlog yang harus diselesaikan,” terangnya. (Sumber:http://pu.go.id)

KUNJUNGAN KERJA DINAS TATA RUANG DAN PERMUKIMAN SULAWESI SELATAN KE DINAS PERMUKIMAN DAN PERUMAHAN PROVINSI JAWA BARAT

Jajaran Pemerintah Daerah melalui Dinas Tata Ruang dan Permukiman Provinsi Sulawesi Selatan melakukan kunjungan kerja kepada Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat yang berada di Bandung. Dalam kunjungannya Dinas Tarkim Sulawesi Selatan ingin mengembangkan dengan cara melakukan studi pembadingan terhadap Struktur Organisasi dan Tata Kerja yang bergerak dibidang Cipta Karya melalui Dinas Permukiman dan Perumahan yang ada di Provinsi Jawa Barat.

Pada kesempatan tersebut kunjungan dari jajaran DISTARKIM Provinsi Sulawesi Selatan diterima secara resmi oleh Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat yang diwakili oleh Sekertaris Dinas Permukiman dan Perumahan Dr. Ir. Asep Supriatna, M.Eng. Sc. dan juga Kepala Sub Bagian Perencanaan Program Iendra Sofyan ST, M.Si. Dalam sambutannya Sekertaris Dinas Kimrum Provinsi Jawa Barat memaparkan tentang SOTK Dinas Kimrum PRovinsi Jawa Barat, Konsep Penanganan Bidang Cipta Karya, Serta Pembiayaan ataupun anggaran yang digunakan. Berikut Penjelasannya :

 

Last Updated on Tuesday, 31 March 2015 14:17 Read more...

SITU II JATINANGOR DIRESMIKAN MENTERI PUPERA

BANDUNG, RJB – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono meresmikan pembangunan/peningkatan situ II jatinangor Kab. Sumedang, Selasa (17/2). Peresmian  dihadiri oleh Rektor Institut Teknologi Bandung, Staf Ahli Kementerian PU, Staf bidang ekonomi yang mewakili Bupati Sumedang, para dekan ITB, puslitbang permukiman, puslibang air, puslitbang jalan.

Dalam sambutan ucapan selamat datang rektor ITB Kadarsah Suryadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atas bantuan pembangunan situ I dan situ II yang menjadikan ITB sebagai sarana pendidikan yang mempunyai bentuk nyata keairan untuk kepentingan penelitian, praktek dan pengembangan keahlian calaon sarjana teknik di Kampus ITB. “Saya berharap kerjasama dengan kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dapat berlanjut untuk kedepannya” tambah kadarsah.   

Last Updated on Tuesday, 07 April 2015 11:43 Read more...

69 Tahun Berkarya untuk Masyarakat

69 Tahun Berkarya untuk Masyarakat

Saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) fokus pada lima bidang utama, yaitu Sumber Daya Air, Bina Marga, Cipta Karya, Perumahan Rakyat, dan Jasa Konstruksi. Bidang Cipta Karya bertanggung jawab dalam pembangunan, yaitu peningkatan kualitas lingkungan permukiman melalui peningkatan akses air minum, sanitasi, penataan bangunan dan lingkungan serta penanganan permukiman kumuh.

Seperti diketahui, dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa tugas Kementerian adalah bekerja menurut visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. Untuk itu Kabinet Kerja bekerja sesuai dengan garis-garis yang ditargetkan Presiden dan Wakil Presiden dalam program 5 tahun ke depan.

 

Dalam arah kebijakan dan strategi penyelenggaraan infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian PU-Pera akan melaksanakan apa yang telah menjadi visi dan misi Presiden seperti tercantum dalam NAWACITA. Dalam pelaksanaannya juga Kementerian PU-Pera akan terus meningkatkan koordinasi lintas Kementerian/Lembaga.

Last Updated on Wednesday, 18 February 2015 13:32 Read more...

Hari Habitat "Voice Of SLum"

Hari Habitat "Voice Of SLum" ataupun Suara dari Daerah Kumuh

Hari Habitat merupakan hari peringatan terhadap lingkungan tempat kita hidup, Hari habitat pertama diselenggarakan pada tahun 1986 dipusatkan di Nairobi dengan tema “Rumah adalah hak saya “ (Shelter is my right). Selanjutnya setiap tahun diselanggarakan peringatan ini dengan tema yang berbeda. Pada tahun 2014 ini tepatnya pada tanggal 6 Oktober 2014 hari Habitat diselenggarakan dengan dengan tema “Voice Of Slum” atau “Suara Dari Daerah Kumuh”.

Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat dalam apel pagi, mengingatkan bahwa pentingnya kenyamanan tempat tinggal kita tergantung kepada cara hidup kita, lingkungan tempat kita tinggal akan menjadi nyaman sejalan dengan keadaan sekitar kita yang disiplin. Keterkaitan dengan hari habitat pada tahun ini dengan tema Voice of Slum, mengingatkan bahwa permukiman yang tidak layak huni akan menyebabkan ataupun menuju permukiman yang kumuh.

Pemerintah berusaha untuk mengatasi keadaan kondisi permukiman kumuh dengan menyusun ataupun mengagendakan program-program ataupun kegiatan yang berpihak kepada permukiman yang layak huni, diantaranya program yang popular saat ini yaitu 100-0-100 yaitu : 100% untuk pelayanan atapun akses air bersih, 0% untuk Kawasan kumuh dan 100% untuk akses Satitasi, dengan adanya program dari pemerintah tersebut mari kita wujudkan program tersebut diantaranya adalah bagaimana cara kita hidup didalam bermasyarakat ataupun dalam permukiman.

Last Updated on Wednesday, 22 October 2014 08:50

Page 1 of 44

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
You are here