Dinas Permukiman dan Perumahan

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

69 Tahun Berkarya untuk Masyarakat

69 Tahun Berkarya untuk Masyarakat

Saat ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) fokus pada lima bidang utama, yaitu Sumber Daya Air, Bina Marga, Cipta Karya, Perumahan Rakyat, dan Jasa Konstruksi. Bidang Cipta Karya bertanggung jawab dalam pembangunan, yaitu peningkatan kualitas lingkungan permukiman melalui peningkatan akses air minum, sanitasi, penataan bangunan dan lingkungan serta penanganan permukiman kumuh.

Seperti diketahui, dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa tugas Kementerian adalah bekerja menurut visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. Untuk itu Kabinet Kerja bekerja sesuai dengan garis-garis yang ditargetkan Presiden dan Wakil Presiden dalam program 5 tahun ke depan.

 

Dalam arah kebijakan dan strategi penyelenggaraan infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian PU-Pera akan melaksanakan apa yang telah menjadi visi dan misi Presiden seperti tercantum dalam NAWACITA. Dalam pelaksanaannya juga Kementerian PU-Pera akan terus meningkatkan koordinasi lintas Kementerian/Lembaga.

Bidang Permukiman atau Cipta Karya, Kementerian PU-Pera mempunyai target lima tahun ke depan untuk universal akses air minum dan sanitasi serta terwujudnya kota tanpa permukiman kumuh. Hal tersebut juga dikenal dengan target 100-0-100 di tahun 2019, artinya 100% akses aman air minum, 0 % kota bebas kawasan kumuh dan 100 % akses sanitasi layak (universal akses).

Pencapaian 69 tahun tersebut bukanlah tanpa cela, masih banyak tantangan yang masih dihadapi antara lain, pertama,  ketimpangan perkembangan wilayah barat dan timur, antara kota dan desa. Kedua, ketertinggalan pembangunan di daerah perbatasan, daerah tertinggal dan pulau-pulau kecil. Ketiga, isu lingkungan (pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan),

keterbatasan ketersediaan lahan untuk pembangunan infrastruktur dan lain-lain. Selamat Hari Bakti PU ke-69.

Last Updated on Friday, 05 December 2014 08:43

Hari Habitat "Voice Of SLum"

Hari Habitat "Voice Of SLum" ataupun Suara dari Daerah Kumuh

Hari Habitat merupakan hari peringatan terhadap lingkungan tempat kita hidup, Hari habitat pertama diselenggarakan pada tahun 1986 dipusatkan di Nairobi dengan tema “Rumah adalah hak saya “ (Shelter is my right). Selanjutnya setiap tahun diselanggarakan peringatan ini dengan tema yang berbeda. Pada tahun 2014 ini tepatnya pada tanggal 6 Oktober 2014 hari Habitat diselenggarakan dengan dengan tema “Voice Of Slum” atau “Suara Dari Daerah Kumuh”.

Kepala Dinas Permukiman dan Perumahan Provinsi Jawa Barat dalam apel pagi, mengingatkan bahwa pentingnya kenyamanan tempat tinggal kita tergantung kepada cara hidup kita, lingkungan tempat kita tinggal akan menjadi nyaman sejalan dengan keadaan sekitar kita yang disiplin. Keterkaitan dengan hari habitat pada tahun ini dengan tema Voice of Slum, mengingatkan bahwa permukiman yang tidak layak huni akan menyebabkan ataupun menuju permukiman yang kumuh.

Pemerintah berusaha untuk mengatasi keadaan kondisi permukiman kumuh dengan menyusun ataupun mengagendakan program-program ataupun kegiatan yang berpihak kepada permukiman yang layak huni, diantaranya program yang popular saat ini yaitu 100-0-100 yaitu : 100% untuk pelayanan atapun akses air bersih, 0% untuk Kawasan kumuh dan 100% untuk akses Satitasi, dengan adanya program dari pemerintah tersebut mari kita wujudkan program tersebut diantaranya adalah bagaimana cara kita hidup didalam bermasyarakat ataupun dalam permukiman.

Last Updated on Wednesday, 22 October 2014 08:50

Prakarsa Permukiman 100-0-100

Prakarsa Permukiman 100-0-100
menuju kota tanpa permukiman kumuh

Kementrian Pekerjaan Umum membuka akses terhadap program-program kreatif dan inovatif yang dikreasikan oleh pemerintah daerah, komunitas atau kelompokmasyarakat yang mendukung tearget 100% akses aor minum yang layak, 0% kawasan kumuh dan 100% akses sanitasi
Program-program yang dapat menstumulan peningkatan kualitas permukiman kumuh melalui pengembangan infrastruktur Cipta Karya, baik skala komunitas maupun skala kawasan

Kepada Siapa Program ditawarkan ???
Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementrian Pekerjaan Umum, mengajak Pemerintah Daerah, Kelompok Masyarakat, Praktisi, Akademisi, serta Stakeholder terkait lainnya untuk menginisiasi program kreatif dan inovatif kumuh sekaligus merancang program penanganan permukiman kumuh didaerahnya

APa yang dimaksud permukiman kumuh ???
Permukiman kumuh adalah permukiman yang tidak layak huni karena ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat.

Last Updated on Wednesday, 22 October 2014 08:53 Read more...

Mewujudkan Permukiman Layak Huni dan Berkelanjutan dengan 100-0-100

Jakarta, 18 Agustus 2014. Setelah hampir dipastikan mencapai target Millennium Development Goals (MDGs) tahun 2015, tantangan berat Indonesia di bidang infrastruktur permukiman adalah memberikan akses air minum 100%, mengurangi kawasan kumuh hingga 0%, dan menyediakan akses sanitasi layak 100% untuk masyarakat Indonesia pada 2019 atau di akhir RPJMN ke-3 tahun 2015-2019. Target tersebut dikenal dengan Key Performance Indicators 100-0-100 yang merupakan aktualisasi visi Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dalam mewujudkan permukiman layak huni dan berkelanjutan.

Last Updated on Tuesday, 23 September 2014 09:53 Read more...

Sharing bersama Wirausaha Muda dalam Membangun Resto Never Been Better berkonsep Recyle Green Living

Oleh Tri Yunia Metya, S.T.

Beberapa tahun terakhir ini terjadi peningkatan kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya kualitas lingkungan yang lebih baik. Kemudian istilah Green living menjadi sangat popular, bahkan seperti sudah menjadi label dari suatu gaya hidup di negara-negara yang sudah maju, dimana masyarakatnya sudah sangat menyadari akan pentingnya lingkungan hidup yang sehat. Banyak aspek kehidupan yang diberi label “green” untuk menginformasikan bahwa hal tersebut bisa membantu atau menyumbang ke peningkatan kualitas lingkungan. Tapi apakah semua aktivitas tersebut benar-benar seperti yang dipromosikan, yaitu memberikan dampak positif kepada lingkungan? Lalu, apakah Green Living tersebut? Apakah hal-hal seperti berikut bisa disebut sebagai Green Living?

Last Updated on Monday, 15 October 2012 08:12 Read more...

Page 1 of 44

  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  9 
  •  10 
  •  Next 
  •  End 
  • »
You are here